Pages

Saturday, April 14, 2012

KPI Terima 3.196 Aduan Tayangan Tak Mendidik


VIVAnews - Tayangan tidak mendidik, seperti SARA, seks, adegan kekerasan, busana tidak seronok, pelecehan, kebohongan publik menjadi isu utama yang dilaporkan masyarakat ke Komisi Penyiaran Indonesia (KPI).

Sepanjang 2011 ini, KPI mendapat 3.196 aduan masyarakat terkait isi siaran yang dinilai jauh dari nilai-nilai mendidik itu.

Wakil Ketua KPI, Nina Muthmainah Armando mengungkapkan, sinetron, iklan, dan reality show menempati posisi teratas dari program siaran yang diadukan.

Sementara, stasiun televisi yang paling mendapat aduan RCTI disusul Trans TV dan SCTV.

"Silakan dimaknai sendiri, mungkin itu juga menunjukkan paling banyak ditonton masyarakat," kata dia saat jumpa pers di Kantor KPI, Jalan Gajah Mada, Jakarta, Rabu 28 Desember 2011.

Selain isu tersebut, format atau alur acara dan jam tayang juga menjadi isu utama masyarakat terhadap tayangan televisi.

Menurut Nina, selama 2011, KPI telah memberikan 53 sanksi dengan rincian 50 teguran tertulis, 1 pembatasan durasi, dan 2 penghentian sementara.

"KPI juga telah mengeluarkan 8 surat imbauan dan 29 surat peringatan terkait isi siaran," katanya.

Sebelumnya, KPI juga telah menerima surat dari Perhimpunan Jiwa Sehat (PJS) terkait banyaknya penyiaran yang mendiskreditkan orang dengan masalah kejiwaan (ODMK).

Dari seluruh surat teguran, ada tujuh surat yang merupakan sanksi karena mendiskreditkan orang yang termarjinalisasi. Misalnya orang bertubuh pendek, tuna wicara, ODMK, dan lain-lain.

"Padahal, dalam pedoman perilaku penyiaran sudah diatur kelompok masyarakat dalam kategori tertentu," ujar Nina di kantor KPI, Jakarta, Jumat 18 November 2011.

Dalam pasal 11 UU Pedoman Perilaku Penyiaran tentang diskriminasi tayangan, disebutkan bahwa lembaga penyiaran wajib memperhatikan dan melindungi hak kepentingan kelompok masyarakat minoritas dan marjinal.

Aturan ini mencakup kelompok pekerja yang dianggap marjinal, kelompok masyarakat yang memiliki orientasi seks, kelompok masyarakat dengan ukuran fisik di luar normal, kelompok masyarakat cacat fisik, keterbelakangan mental, dan pengidap penyakit tertentu.

Salah satu tayangan yang sudah mendapat teguran adalah OVJ yang ke depannya akan dievaluasi. "Opera Van Java, salah satu yang dapat teguran.  Imbauan, teguran, KPI dilakukan berdasarkan analisis," katanya.

Selain itu, KPI juga telah menerima 117 aduan masyarakat terhadap komedian, Olga Syahputra. Menurut Nina, pengaduan tentang lawakan Olga itu sudah diterima sejak 2010 hingga 2011 ini.

Pengaduan yang terakhir adalah tentang lawakan Olga di sebuah acara stasiun televisi swasta. Dalam acara tersebut, Olga yang berperan sebagai suster ngesot sempat menyinggung masalah perkosaan di angkutan umum. Saat itu komedian Sule bertanya kepada Olga, "Kalau boleh saya tahu nih matinya kenapa? Ada kan yang bunuh diri, ada yang dibunuh." Olga pun menjawab, "Matinya sepele, diperkosa sama supir angkot."

Ternyata canda Olga tersebut menyinggung masyarakat. "Ada yang tersinggung dan sakit hati terhadap canda Olga. Itu canda tidak lucu. Tidak sedikit yang mengalaminya. Itu menjadi serius untuk kita bahas," ucap Nina. (umi)

"Modus Anomali" Ditonton 1200 Orang di AS

 
BANDUNG, KOMPAS.com - Film terbaru karya Joko Anwar, Modus Anomali, pertama kali diputar di acara South by South West (SXSW) di Texas, Amerika Serikat pada pertengahan Maret 2012 lalu. Joko mengklaim, filmnya telah ditonton oleh 1200 orang yang hadir di SXSW.

SXSW sendiri merupakan festival film dan musik interaktif terbesar kedua di Amerika Serikat. Jejaring sosial Twitter dan aplikasi geotagging Foursquare, mulai dikenal dan banyak digunakan pada acara SXSW.

Sepanjang acara SXSW (9 sampai 18 Maret), film yang diproduksi oleh LifeLike Pictures ini diputar sebanyak empat kali.

Modus Anomali jadi salah satu film yang diputar empat kali. Padahal kebanyakan film lain hanya diputar tiga kali," ungkap Joko usai memutar behind the scene Modus Anomali di acara GeekFest di Sasana Budaya Ganesa Bandung, Minggu (1/4/2012),

Nah, dari empat kali pemutaran itu, semua tiket habis terjual dan setiap teater berkapasitas 300 orang. "Jadi, ada sekitar 1200 orang yang menonton Modus Anomali," tambahnya.

Modus Anomali, yang ber-genre psychological thriller, memang dengan mudah diterima orang AS karena dialognya menggunakan bahasa Inggris. "Kenapa bahasa Inggris? Karena bisa dibilang dialognya sedikit, dan banyak kata-kata yang tidak enak didengar jika menggunakan bahasa
Indonesia," ujar Joko.

Seperti film Joko pada umumnya, ia tak ingin memberi identitas waktu dan tempat dalam cerita filmnya. Uniknya, Joko tidak memberikan pengenalan karakter yang mendalam kepada tokoh utama yang diperankan Rio Dewanto, dan tokoh-tokoh lainnya. Di sini, Joko juga mengurangi penggunaan properti.

Menurut Sheila Timothy selaku produser LifeLike Pictures, proses shooting Modus Anomali dilakukan selama 10 hari di hutan di Gunung Pancar Sentul, Jawa Barat, bulan November 2011.

Untuk menyesuaikan diri dengan lokasi shooting, para pemain dan kru film pun melakukan latihan fisik sebelum shooting dimulai.

Sheila mengatakan, Modus Anomali akan tayang di bioskop-bioskop di Indonesia pada 26 April 2012 dan berdurasi 87 menit.

LifeLike Pictures juga sedang melakukan negosiasi dengan dua distributor film internasional kenamaan, agar Modus Anomali bisa tayang di bioskop-bioskop Amerika Utara.

Soal UU Pemilu, Golkar Kecewa kepada Demokrat

Priyo Budi Santoso, Ketua DPP Partai Golkar
JAKARTA, KOMPAS.com — Para politikus Partai Golkar merasa tidak puas dengan Undang-Undang Pemilu yang baru disahkan Dewan Perwakilan Rakyat. Alasannya, tidak semua pandangan Golkar terkait penyelenggaraan pemilu masuk dalam UU Pemilu.
"Golkar sudah tentu belum sepenuhnya puas. Aspirasi kami tidak semua tertampung," kata Ketua DPP Partai Golkar Priyo Budi Santoso di kompleks Gedung MPR/DPR/DPD, Senayan, Jakarta, Jumat (13/4/2012).
Dalam pembahasan di Panitia Khusus RUU Pemilu itu, fraksi-fraksi sulit mencapai kesepakatan terhadap empat isu krusial. Menjelang pengambilan keputusan, tiga isu diselesaikan dengan musyawarah mufakat, yakni ambang batas parlemen disepakati sebesar 3,5 persen, sistem pemilu dengan proporsional terbuka, dan alokasi kursi 3-10 per daerah pemilihan (dapil). Satu isu lagi, yakni metode penghitungan suara menjadi kursi, harus diselesaikan dengan voting. Akhirnya, metode kuota murni dipilih setelah didukung mayoritas anggota dalam voting ini.
Priyo mengatakan, awalnya pihaknya menginginkan ambang batas sebesar 5 persen. Belakangan, Golkar bersedia mengakomodasi parpol kecil dengan turun ke angka 3,5 persen asalkan penghitungan suara menjadi kursi menggunakan metode divisor dengan varian webster habis di dapil.
Fraksi Partai Demokrat membuka peluang untuk mendukung usulan Golkar itu. Namun, akhirnya Demokrat memilih mendukung metode kuota murni bersama lima fraksi koalisi lain, ditambah F-Gerindra dan Hanura.
Wakil Sekretaris Jenderal Partai Golkar Nurul Arifin mengaku kecewa terhadap sikap Demokrat itu. "Demokrat 'balik badan' karena awalnya mereka mau ikut kita," kata Nurul.
Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Marzuki Alie mengatakan, sebenarnya metode webster akan menguntungkan pihaknya. "Akan tetapi, Partai Demokrat enggak pikir pragmatis transaksional gitu. Kita juga pikirkan partai-partai koalisi yang selama ini berkomitmen, integritasnya dan loyalitasnya teruji. Kita harus berpihak pada itu," kata Marzuki.

Ini Dia Cagub Idaman Warga Jakarta


JAKARTA, KOMPAS.com - Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta akan berlangsung pada Juli 2012. Para calon pun sudah bersiap meraih suara warga Jakarta.

Sebenarnya, seperti apa sosok calon gubernur dan wakil gubernur yang diinginkan warga Jakarta?

Menurut penelitian Citra Komunikasi Lingkaran Survei Indonesia (LSI), Cagub-Cawagub idaman adalah yang mampu menyelesaikan masalah besar bagi Jakarta yaitu banjir, macet dan sampah.

"Siapapun yang bisa atasi tiga masalah besar ini potensial dipilih oleh warga Jakarta," kata Peneliti Senior dari Citra Komunikasi Lingkaran Survei Indonesia (LSI), Totok Izul Fattah, di Kantor LSI, Jalan Pemuda, Jakarta, Minggu (8/4/2012).

Sebanyak 65,3 persen warga Jakarta menganggap bahwa masalah banjir, sampah dan macet harus segera diatasi.

Sementara masalah lain seperti masalah ormas dan lain-lain hanya 18,9 persen saja. Sisanya sebanyak 15,8 persen tidak menjawab masalah apa yang harus segera diselesaikan.

Meski sebagian besar warga Jakarta kurang puas dengan kinerja incumbent Fauzi Bowo dalam menyelesaikan masalah besar Jakarta, nama incumbent tetap dipercaya lebih mampu untuk mengatasi tiga masalah besar ini dibanding pesaingnya.

Berdasarkan survei, sebanyak 57,3 persen kurang puas dengan penyelesaian masalah macet oleh incumbent. Kemudian 43,7 persen masih kurang puas dengan solusi masalah banjir dan sisanya 41,6 persen kurang puas dengan penanganan masalah sampah.

"Tapi 38,2 persen masih menganggap incumbent mampu atasi masalah besar ini dibanding yang lain," tandasnya.

Wapres Didemo, Jurnalis Dipukul



MEDAN, KOMPAS.com — Kedatangan Wakil Presiden Boediono ke Sumatera Utara, Jumat (13/4/2012), diwarnai aksi unjuk rasa. Menyikapi demo ini, aparat TNI melakukan tindakan represif sehingga sejumlah wartawan menjadi korban pemukulan.

Unjuk rasa dilakukan belasan orang dari Komite Tani Menggugat di depan Kantor Pos Besar, di Jalan Balai Kota, Medan. Mereka menuntut penyelesaian masalah tanah di Sumut. "Kami ingin tuntutan kami didengar karena kepala daerah di sini tidak menanggapi," teriak massa.

Para pendemo semula dikelilingi barikade ratusan pasukan Arhanudse dan Armed. Sementara itu, petugas kepolisian sempat meminta pengunjuk rasa pindah karena rombongan Boediono akan melintas menuju Hotel JW Marriott, tetapi mereka menolak. Tak lama berselang, aparat TNI mulai bertindak represif. Mereka mengambil paksa poster dari tangan pengunjuk rasa. Para pendemo pun diseret dan digotong.

Saat aksi represif ini terjadi, jurnalis perempuan SCTV Tuti Alawiyah Lubis disikut pada bagian bibir. Dia juga didorong hingga terjerembab. Begitu juga dengan jurnalis lain, seperti Ayat Sudrajat Hasibuan (Trans TV) dan Bahana Situmorang (TV One) juga didorong hingga jatuh. "Awalnya masih tenang, TNI berusaha menutupi massa dengan balik kanan menghadap ke jalan. Tiba-tiba mereka menarik poster dan pendemo disuruh pindah. Aku didorong di bagian bahu sampai terjungkal mengenai kereta (mobil) yang sedang parkir," kata Tuti, Jumat (13/4/2012) malam.

Saat wartawan mengikuti aparat TNI menyeret para pengunjuk rasa dan mempertanyakan aksi represif itu, oknum TNI melayangkan pukulan ke arah wajah jurnalis TV Berita Satu, T Yudhistira. Setelah sempat terjadi keributan, tentara melepaskan para pendemo dan membiarkan mereka berdemo di depan kantor Bank BCA, sekitar 30 meter dari lokasi semula.

Di tempat ini, tentara kembali membuat barikade, menutupi para pengunjuk rasa dari pelintas Jalan Balai Kota. Namun, ternyata rombongan Boediono tidak lewat dari jalan itu. Mereka dikabarkan memutar dari Jalan Jawa kemudian masuk ke Jalan Putri Merak Jingga sebelum akhirnya tiba di Hotel JW Marriott.

Ass Ops Kodam I BB Kolonel Yotanobey yang datang ke lokasi tak banyak berkomentar mengenai kejadian ini. Dia membantah tindakan represif itu karena kedatangan Wapres Boediono. "Tidak, tidak karena itu," ucapnya singkat.

Meski Yotanobey membantah, pengamanan di Kota Medan terkesan berlebihan. Sejumlah panser disiagakan, seperti di depan Stasiun Besar Kereta Api Medan. Tentara bersenjata laras panjang juga disebar di sejumlah persimpangan dan lokasi-lokasi strategis, seperti hotel, bank, dan SPBU. Pengamanan ekstraketat ini pun diimbangi dengan kemacetan di sejumlah titik Kota Medan.

Boediono datang ke Sumut setelah kunjungannya ke Aceh. Setelah mendarat di Bandara Polonia, dia menggunakan helikopter mengunjungi Bandara Kuala Namu. Dia kembali ke Medan menggunakan jalur darat.

Monday, July 4, 2011

day after day
time pass away
and i just can't get you off my mind
nobody knows
i hide it inside
i keep on searching
but i can find...

Sunday, April 3, 2011

Everlasting Bhimbim...

Jadi ceritanya waktu itu gue masih SMA, tepatnya kelas 3. Gue pulang dan pergi sekolah masih naik kereta. Dan seperti biasanya, waktu itu gue lagi nunggu kereta untuk pulang. Gue naik kereta dari Stasiun Palmerah. Ga cuma sendiri, biasanya banyak anak sekolah lain dan anak-anak binus yg baru pulang kuliah. Sore itu gue duduk sendiri. Ada anak binus lewat di depan gue. Rambut gondrong sebahu, pakai bando, kaos putih, jeans, vans, tas ransel and wearing glasses. Kalau dia diam, dia terlihat biasa, tapi begitu dia jalan ada sesuatu yg menarik buat gue. Jalannya. Yak! gaya jalannya yg seperti bebek. Jarang ada cowo yg punya gaya jalan kaya dia menurut gue. Lucu. Itu yg kemudian terlintas di benak gue...

Hari-hari berikutnya setiap pulang sekolah, kadang gue ketemu dia kadang engga. Sampai suatu hari gue ketemu dia lagi. Dari sejak ngeliat dia pertama itu gue jadi sering merhatiin dia. Sama seperti hari ini. Refleks, gue naek kereta di deket dia. Di gerbong kereta pun gue tetep ga mengalihkan pandangan dari dia. Dan tiba-tiba waku kereta ngerem mendadak dengan jumlah orang yg lumayan penuh di dalam gerbong itu dia hampir jatuh dan pegangan di tiang tempat naro barang-barang. Waktu dia pegangan, dia ngeliat ke atas, dan peluh menetes di lehernya dengan jakun yg naik turun. UPPSS ! APA YG BARUSAN GUE LIAT ??? gatau kenapa gue langsung ngerasa ada sesuatu yg beda yg gue rasa. Seperti ngeliat pelangi sehabis hujan, seperti ngeliat kebun teh di puncak dengan suasana hati yg bener-bener adem, ah entahlah..yg jelas gue ngerasa tenang, bahagia, sejuk dan damai di hati stelah ngeliat "jakun" itu. ( lebay ).

Semenjak peristiwa itu gue jadi yakin, sepertinya gue suka nih sama dia! tapi gimana ya ? gue ga kenal sama dia...dan jiwa-jiwa kelelakian gue pun muncul. Gue harus bisa kenal dia! puter-puter otak gimana caranya biar kenal tapi dengan cara yg ga norak! hmmm akhirnya gue berhasil nemuin 1 cara, entah ini norak atau engga yg penting gue usaha :D . 

Dia sering duduk di warung kecil sambil ngobrol sama tukang koran. Alhasil gue kepikiran buat nanya sama tukang koran itu, butuh nyali yg gedeeeeeeee banget buat nanya ke abang tukang korannya karna gue malu sebenernya hehe. 

gue              :"Bang, ada koran kompas ga ?" ( speak-speak dulu pura-pura beli )
abang koran :"Yah, abis neng, ada Media Indonesia, mau ?" ( sial, kenapa mesti nawarin lagi, udah bagus ga ada, kan gue ga keluar duit jadinya <----- najis pelit bgt! )
gue              :"Oh yaudah de boleh-boleh, oya bang, abang kenal sama cowo yg suka duduk di situ ga sama abang?"
abang koran :"ohhhhhh si bhimbim? mau saya mintain no hpnya?" ( OH MY GOD! Si Abang tau aja sih maksud gue ! :D ) 

akhirnya gue tau nama beserta no hp si bhimbim yg dikasih sama abang koran itu. Hmmm lalu gue harus gimana lagi ya ? sms ? aduh ini tengsin banget sebenernya tapi mau gimana lagi ya ? terlanjur basah, basah-basahan aja deh haha.

THE BEGINNING
Gue mulai smsan sama bhimbim. Dia baik, tapi bukan tipe orang yg suka smsan karna kalo bales sms tuh lama banget dan untung gue orang yg sabar dan tawakal ( ? ). Gue mulai mikir gimana ya entar kalo ketemu dia langsung apa gue sapa atau ga ya ? mau nyapa tapi sekali lagi maluuuuuuuu. Akhirnya gue speak minta brosur binus karna pas banget kan bentar lagi gue lulus SMA dan masi bingung mau lanjut kuliah dimana. Tadinya gue berharap bisa ketemu langsung dan ngobrol pas dia ngasih brosur, tapi takdir berkata lain. Dia lagi buru-buru mau naek kereta dan itu brosur dititipin ke abang koran ( emon namanya ). Bang emon pun sempet nanya apa dia mesti nunjukin gue yg mana supaya dia tau, tapi gue pilih jangan deh, biar nanti gue sendiri yg nunjukin batang hidung gue ( mulai sok gentle ).

Hari berganti hari tiap pas ketemu di stasiun sepertinya dia sebenernya tau gue yg mana tapi pura-pura gatau. Yaa gue mulai paham. Soal nanti bakalan jadi atau ga gue ga mikirin, yg penting gue udah ga penasaran sama dia lagi ( belajar dari pengalaman ). Sampai tiba di suatu hari dimana gue ngerasa menggebu-gebu banget gue harus nyapa dia kali ini. Mungkin karna urat malu yg udah putus akhirnya gue samperin dia di dalem kereta, mumpung keretanya lagi kosong.
gue        : "bhimbim yaa ?"
bhimbim : "iya.."
gue        : " gue uthe, hehe "
bhimbim : " ohhh yayaya" ( sambil senyum senyum penuh misteri gitu )

diam.

gue        : " ehmm gimana tadi uasnya ? " ( nyoba buka-buka obrolan )
bhimbim : " yah gitu deh pusing gue susah banget .."
gue        : " oh gitu yah hehe " ( mulai ngerasa suasananya agak ga asik nih )

diam.

di depan gue sama bhimbim ada sepasang ade kaka, masih kecil sekitar 4 atau 5 tahun, terlihat bahagia sekali karna ketawa terus menerus sambil bercanda.

gue        : "  lucu ya anaknya ! hehe " ( tetep maksa buka obrolan )
bhimbim : " iyaa kaya ga ada beban tau ga sih.."

ucapan bhimbim barusan harusnya nyadarin gue kalo bhimbim mungkin lagi tertekan karna uasnya yg katanya susah itu, tapi sayangnya gue baru nyadar pas udah di rumah. -_______-
Setelah itu bhimbim tertidur pulas. Sepertinya dia capek sekali. Dia baru bangun pas kondektur meriksa karcis,dan emang juga uda mau sampe stasiun tempat dia turun. Sebelum turun dia nawarin gue permen menthos yg bungkusnya sempet gue simpen buat kenang-kenangan :D. 

bhimbim : " duluan ya the!"
gue        : " iya ati-ati bim ! "

well, itulah perbincangan singkat gue yg selama itu gue nanti-nantikan. Tak cukup memuaskan memang, tapi gue tetap bersyukur bisa sampai pada tahap sejauh ini yg ga pernah gue bayangkan sebelumnya. 

Gue udah mau lulus SMA, gue bakal jarang pulang dari Stasiun Palmerah lagi, gue bakal jarang atau bahkan ga pernah ketemu bhimbim lagi.

Gue makin jarang smsan sama dia karna gue rasa responnya cukup sampai disitu. Dia ga pernah sms gue kalo gue ga sms dia duluan.Tapi dia selalu bales sms gue dengan kata-kata yg selalu bikin gue seneng. Gue selalu berharap nerima sms dari dia duluan tanpa gue harus sms dia duluan atau mungkin terima telfon dari dia ....Dia memang ga membalas perasaan gue tapi dia sangat menghargai itu. Gue bisa ngerasainnya. ( sotoy! )

LOSE CONTACT
Semenjak gue masuk kuliah di Universitas Budi Luhur, Jakarta gue ga pernah ketemu dia lagi bahkan sms pun ga pernah karna hp gue rusak dan banyak nomer yg hilang termasuk nomer dia. Di kampus gue mulai menemukan harapan-harapan baru, bahkan gue sempet jadian meskipun harus berakhir juga. Gue mulai aktif di UKM Futsal, sepertinya gue sudah lupa dengan bhimbim.

COMING BACK AGAIN
Futsal. Futsal yang akhirnya mengingatkan gue sama bhimbim lagi. Jadi ceritanya waktu itu tim kampus gue ikut kompetisi yg diadain sama binus. Gue jadi inget, dulu gue pernah baca di friendsternya bhimbim ( bhimbim cuma punya friendster, katanya dia bukan korban situs jejaring 
sosial ), kalo dia ikut ukm futsal juga di binus. Gue mikir mungkin nanti gue bisa ketemu sama bhimbim disana, apa kabarnya dia ya ? gue mulai ngehayal lagi buat bisa ketemu sama bhimbim. Dan... bener aja, waktu gue nonton temen-temen gue maen gue ngeliat bhimbim disana. Rambutnya sedikit lebih pendek, ga pake kaca mata dan bawa-bawa SLR, hmm dia Sie. Dokumentasi kayaknya. Tapi lagi-lagi...dia ga ngeh akan keberadaan gue sepertinya. Padahal dia sempet foto-fotoin gue sama temen-temen gue.

Gue jadi inget lagi masa-masa waktu gue nyari tau dia. Jadi inget betapa gue waktu itu excited banget sama dia haha. Gue pun nyoba cari tau lagi nomer hpnya lewat temen deket gue yg ternyata sepupunya mantannya bhimbim. Tapi setelah dapet nomer hp nya lagi gue malah jadi males sms dia karna yaaa... gue taulah . 

THE MOMENT
Sampai tiba-tiba salah seorang temen futsal cewe gue minta gue untuk nanyain contact person futsal cewe binus buat diajakin sparing. Alhasil, gue sms bhimbim akhirnya. Seperti dugaan gue, pasti bhimbim lama balesnya hehe. Besoknya baru dia bales sms gue pake nomer nyokapnya, katanya gini :

" the, gue ga ada pulsa, nanti gue sambungin ke managernya, sabar ya, -bhimbim"

gue bales "ok bim, gue tunggu ya! thx ya !"

gue pikir tadinya dia bakal sms gue lagi buat ngasih tau nomer hp manager futsal cewenya binus itu apa gimana, tapi ternyata.....

derd derd derd derd derd derd ( hp gue bergetar! ) di layar hp ada nomer ga dikenal nelfon gue...

gue     : " hallo ?"
Mr. B : " hallo the, ini gue bhimbim, gue mau ngasih nomer managernya nih...."
.... and blablabla....

OH MANNNNN ! SIAPA YG BARUSAN NELFON GUE ITU TADI ? GUE GA LAGI MIMPI KAN ? GILAAAAAAAA !!!!!

gue yg saat itu lagi setrika baju bener-bener kaget ga nyangka kalo akhirnya bhimbim nelfon gue. Penantian gue selama ini yg hampir 2 tahun akhirnya kesampean juga. DIA NELFON GUE. yaaa meskipun cuma urusan futsal, tapi itu cukup berarti buat gue :)

NOW
Sekarang...jujur gue memang udah ga ada perasaan apa-apa sama bhimbim.Tapi entah kenapa yaa gue seneng aja sama pengalaman gue soal bhimbim. Sampe gue kepikiran buat posting cerita gue tentang bhimbim ke blog gini. Buat gue bhimbim tuh everlasting. Dulu sama sekali ga kepikiran kalo gue masih bisa berhubungan sama bhimbim ( walau sebatas teman ) sampe sekarang. Gue pikir bhimbim cuma bagian dari masa SMA gue yg amat indah buat gue. Tapi ternyata, lebih dari itu, bhimbim masih ada dalam bayangan gue bahkan benar-benar ada di hidup gue saat ini. Terakhir dia sms gue nawarin tiket java jazz, yg akhirnya sedikit ngobrol di sms dan dia masih naik kereta juga sampe sekarang. Buat bhimbim, sorry yaa kalo lo pas baca blog ini lo ga suka karna gue nulis tentang lo di blog gue, gue cuma pengen mengekspresikan apa yg ada di otak gue dan apa yg gue rasain aja. Thanks for everything you gave bim ! it will be everlasting story , in my head, in my heart.... ;)


.....EVERLASTING.....